Proses Penyamakan Kulit Bulu Domba

10th July 2014

slide11Kulit yang sudah diawetkan secara awet garam masing masing ditimbang, dicuci dalam
ember plastik sampai bersih sebanyak 3-4 kali, air diganti selama ± 3 jam, diperas disampirkan
dan ditiriskan, ditimbang sebagai berat bloting (BB).

Tahapan penyamakan kulit bulu domba adalah sebagai berikut:

1. Soaking yaitu merendam kulit dalam larutan teepol selama ± 2 jam sambil membersihkan / membuang sisa daging yang masih menempel pada kulit agar bahan penyamak dapat meresap ke bagian korium. Tujuan proses perendaman adalah mengembalikan kadar air dan melemaskan kulit sehingga kondisinya mendekati kulit segar, dan menyiapkan kulit untuk
dapat bereaksi dengan bahan kimia yang akan diberikan kemudian. Bilas dengan air mengalir.

2. Scouring yaitu, merendam kulit sambil diremas-remas didalam larutan teepol dan soda ash.
Proses ini dilakukan selama 1 jam. Buang larutan perendam, bilas dengan air mengalir.

3. Furtight (penguatan bulu) yang bertujuan untuk menguatkan kedudukan bulu pada kulit, dengan merendam kulit dalam larutan yang mengandung formalin dan soda ash selama 1 jam sambil diremas-remas. Larutan perendam dibuang, kulit dibilas dengan air mengalir.

4. Pickling atau pengasaman. Proses ini dimaksudkan untuk membuat kulit dalam keadaan asam, sehingga pH kulit sesuai dengan pH zat penyamak yang digunakan (khrom). Mula-mula kulit direndam dalam larutan garam selama 15 menit sambil diremas-remas, kemudian kedalam wadah tersebut dimasukan asam semut dan asam sulfat sebanyak 1/3 bagian dari resep, kulit diremas selama 15 menit, tambahkan lagi asam semut dan asam sulfat 1/3 bagian, remas 15 menit, dan tambahkan lagi 1/3 bagian asam semut dan asam sulfat, remas-remas lagi selama 120 menit. Ukur pH larutan menjadi 3,0. Guna mengetahui pH atau keasaman kulit telah tercapai, irisan penampang kulit ditetesi dengan indicator BCG, sampai timbul warna kuning (pH sekitar 3.0 – 3.5). Kulit dibiarkan terendam semalam. Keesokan
harinya kulit diangkat, diperas.

5. Tanning (penyamakan). Maksud penyamakan adalah agar kulit menjadi masak, sehingga zat-zat kulit yang mudah rusak menjadi tahan terhadap mikroorganisme.

6. Kulit diperas, diangkat. Kedalam larutan perendam ditambahkan Cromosol B, kulit dikembalikan kedalam larutan perendam untuk direndam selama 2 jam sambil diremas remas. Kematangan kulit diketahui dengan menetesi guntingan kulit yang berukuran 1×1 dengan indikator BCG, kulit harus berwarna kuning, selanjutnya merebus potongan kulit tersebut. Bila kulit hasil rebusan sudah tidak mengkerut, berarti proses pengasaman sudah selesai.

7. Basyting dengan cara menambahkan soda ash kedalam larutan diatas, kulit diremas-remas selama 1 jam, dikeluarkan dari rendaman , dituskan semalam.

8. Netralisasi. Proses ini dimaksudkan untuk menjadikan kulit dalam keadaan netral, karena kemungkinan masih adanya sisa asam yang terdapat pada serat serat kulit atau asam bebas lain yang belum hilang saat pencucian, sedangkan proses selanjutnya harus dikerjakan dalam suasana netral. Kulit yang masih lembab ditimbang (WB), direndam dalam larutan
soda ash sambil diremas 1 jam. Proses netralisasi dianggap sempurna bila ketika penampang kulit ditetesi indikator BCG menimbulkan warna biru yang berarti pH kulit mencapai 5.5 – 7.0. Air rendaman dibuang, kulit diperas, dicuci dalam air mengalir selama ± 30 menit.

9. Retanning. Proses ini dimaksudkan agar kulit jadi yang dihasilkan keadaannya lebih padat. Kulit yang sudah diperas dimasukan kedalam larutan Cromosol B, direndam sambil diremas selama 1jam. Air rendaman dibuang, kulit diperas.

10. Peminyakan dimaksudkan untuk melicinkan serat-serat kulit jadi yang dihasilkan, keadaannya lemas. Caranya yaitu dengan merendam kulit kedalam larutan minyak sulfat yang bersuhu 40ºC sambil diremas-remas selama 1jam. Kulit ditiriskan semalam dengan posisi dibentangkan pada bentangan bambu (disampirkan).

11. Perentangan, dilakukan pada bingkai ram kawat yang bertujuan untuk mengeringkan kulit. Ujung ujung kulit ditarik dengan kawat berbentuk S, kemudian dikaitkan pada kisi-kisi kawat sedemikian rupa sehingga kulit terbentang rata dan cukup kencang.

12. Proses terahir ialah peregangan, dengan cara menggosok gosokkan permukaan kulit bagian dalam pada permukaan kayu yang licin, sehingga kulit menjadi lemas. Bulu–bulu dibersihkan dari kotoran dengan sikat kecil dan halus.

 

Rp 310.000
Rp 310.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAR 11 kilap Lancip
Nama BarangSepatu PDH Tali AR 11 Kilap (lancip)
Harga Rp 310.000
Lihat Detail »
Rp 135.000
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeARL 09
Nama BarangSepatu Wanita Kulit ARL 09
Harga Rp 135.000
Lihat Detail »
Rp 250.000
Rp 250.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAR 03 VL Coklat 3
Nama BarangSepatu Kerja AR 03 Kulit Vintage Coklat
Harga Rp 250.000
Lihat Detail »
Rp 250.000
Rp 250.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAR 15 White Sailor
Nama BarangSepatu Perawat AR 15 Putih Sailor
Harga Rp 250.000
Lihat Detail »
Rp 200.000
Rp 200.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeYSA 449 Coklat
Nama BarangSepatu casual YSA 449 Coklat
Harga Rp 200.000
Lihat Detail »
Rp 75.000
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMMT-01 Brown Vintage
Nama BarangTopi Kulit Kambing MMT 01
Harga Rp 75.000
Lihat Detail »
Rp 225.000
Rp 225.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSC 449 CKT
Nama BarangSepatu Moccasine SC 449 Coklat
Harga Rp 225.000
Lihat Detail »
Rp 295.000
Rp 295.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBST 302 CKT
Nama BarangSepatu Safety BST 302 Coklat
Harga Rp 295.000
Lihat Detail »
Keranjang>>